Tagged: inspirasi Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • bany uprealband 14:58 on 11 February 2010 Permalink | Reply
    Tags: inspirasi   

    Filsafat (versi wikipedia bahasa indonesia) ?? 

    Filsafat

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = “kebijaksanaan”). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”.

    Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa “filsafat” adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis.[1] Hal ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

    Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, dan couriousity ‘ketertarikan’. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sedikit sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.

    Klasifikasi filsafat

    Dalam membangun tradisi filsafat banyak orang mengajukan pertanyaan yang sama , menanggapi, dan meneruskan karya-karya pendahulunya sesuai dengan latar belakang budaya, bahasa, bahkan agama tempat tradisi filsafat itu dibangun. Oleh karena itu, filsafat biasa diklasifikasikan menurut daerah geografis dan latar belakang budayanya. Dewasa ini filsafat biasa dibagi menjadi dua kategori besar menurut wilayah dan menurut latar belakang agama. Menurut wilayah bisa dibagi menjadi: “Filsafat Barat”, “Filsafat Timur”, dan “Filsafat Timur Tengah”. Sementara latar belakang agama dibagi menjadi: “Filsafat Islam”, “Filsafat Budha”, “Filsafat Hindu”, dan “Filsafat Kristen”.

    Filsafat Barat

    Filsafat Barat adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitas-universitas di Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka. Filsafat ini berkembang dari tradisi filsafat orang Yunani kuno.

    Tokoh utama filsafat Barat antara lain Plato, Thomas Aquinas, Réne Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre.

    Dalam tradisi filsafat Barat, dikenal adanya pembidangan dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu.

    • Metafisika mengkaji hakikat segala yang ada. Dalam bidang ini, hakikat yang ada dan keberadaan (eksistensi) secara umum dikaji secara khusus dalam Ontologi. Adapun hakikat manusia dan alam semesta dibahas dalam Kosmologi.
    • Epistemologi mengkaji tentang hakikat dan wilayah pengetahuan (episteme secara harafiah berarti “pengetahuan”). Epistemologi membahas berbagai hal tentang pengetahuan seperti batas, sumber, serta kebenaran suatu pengetahuan.
    • Aksiologi membahas masalah nilai atau norma yang berlaku pada kehidupan manusia. Dari aksiologi lahirlah dua cabang filsafat yang membahas aspek kualitas hidup manusia: etika dan estetika.
    • Etika, atau filsafat moral, membahas tentang bagaimana seharusnya manusia bertindak dan mempertanyakan bagaimana kebenaran dari dasar tindakan itu dapat diketahui. Beberapa topik yang dibahas di sini adalah soal kebaikan, kebenaran, tanggung jawab, suara hati, dan sebagainya.
    • Estetika membahas mengenai keindahan dan implikasinya pada kehidupan. Dari estetika lahirlah berbagai macam teori mengenai kesenian atau aspek seni dari berbagai macam hasil budaya.

    Filsafat Timur

    Filsafat Timur adalah tradisi falsafi yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Republik Rakyat Cina dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. Sebuah ciri khas Filsafat Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama. Meskipun hal ini kurang lebih juga bisa dikatakan untuk Filsafat Barat, terutama di Abad Pertengahan, tetapi di Dunia Barat filsafat ’an sich’ masih lebih menonjol daripada agama. Nama-nama beberapa filsuf Timur, antara lain Siddharta Gautama/Buddha, Bodhidharma, Lao Tse, Kong Hu Cu, Zhuang Zi dan juga Mao Zedong.

    Filsafat Timur Tengah

    Filsafat Timur Tengah dilihat dari sejarahnya merupakan para filsuf yang bisa dikatakan juga merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. Sebab para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam (dan juga beberapa orang Yahudi!), yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafi mereka. Lalu mereka menterjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Bahkan ketika Eropa setalah runtuhnya Kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan dan melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf Timur Tengah ini mempelajari karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang-orang Eropa. Nama-nama beberapa fiosof Timur Tengah: Avicenna(Ibnu Sina), Ibnu Tufail, Kahlil Gibran (aliran romantisme; kalau boleh disebut begitu)dan Averroes.

    Filsafat Islam

    Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih ‘mencari Tuhan’, dalam filsafat Islam justru Tuhan ‘sudah ditemukan.’

    Filsafat Kristen

    Filsafat Kristen mulanya disusun oleh para bapa gereja untuk menghadapi tantangan zaman di abad pertengahan. Saat itu dunia barat yang Kristen tengah berada dalam zaman kegelapan (dark age). Masyarakat mulai mempertanyakan kembali kepercayaan agamanya. Tak heran, filsafat Kristen banyak berkutat pada masalah ontologis dan filsafat ketuhanan. Hampir semua filsuf Kristen adalah teologian atau ahli masalah agama. Sebagai contoh: Santo Thomas Aquinas, Santo Bonaventura, dsb.:

    Munculnya Filsafat

    Filsafat, terutama Filsafat barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M.. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada [agama] lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.

    Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas.

    Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar tentu saja ialah: Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah “Komentar-komentar karya Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.

    Buku karangan plato yg terkenal adalah berjudul “etika, republik, apologi, phaedo, dan krito.

    Sejarah Filsafat Barat

    Sejarah Filsafat Barat bisa dibagi menurut pembagian berikut: Filsafat Klasik, Abad Pertengahan, Modern dan Kontemporer.

    Klasik

    “Pra Sokrates”: ThalesAnaximanderAnaximenesPythagorasXenophanesParmenidesZenoHerakleitosEmpedoclesDemocritusAnaxagoras

    “Zaman Keemasan”: SokratesPlatoAristoteles

    Abad Pertengahan

    “Skolastik”: Thomas Aquino

    Modern

    MachiavelliGiordano BrunoFrancis BaconRene DescartesBaruch de SpinozaBlaise PascalLeibnizThomas HobbesJohn LockeGeorge BerkeleyDavid HumeWilliam WollastonAnthony CollinsJohn TolandPierre BayleDenis DiderotJean le Rond d’AlembertDe la MettrieCondillacHelvetiusHolbachVoltaireMontesquieuDe NemoursQuesnayTurgotRousseauThomasiusCh WolffReimarusMendelssohnLessingGeorg HegelImmanuel KantFichteSchellingSchopenhauerDe MaistreDe BonaldChateaubriandDe LamennaisDestutt de TracyDe VolneyCabanisDe BiranFourierSaint SimonProudhonA. ComteJS MillSpencerFeuerbachKarl MarxSoren KierkegaardFriedrich NietzscheEdmund Husserl

    Kontemporer

    Jean BaudrillardMichel FoucaultMartin HeideggerKarl PopperBertrand RussellJean-Paul SartreAlbert CamusJurgen HabermasRichard RotryFeyerabendJacques DerridaMahzab Frankfurt

    sumber

    Advertisements
     
    • fahrybany 00:45 on 15 February 2010 Permalink

      ilmu filsafat ini sering gw pake buat managemenin band gw ….. kereen !!

  • bany uprealband 16:08 on 10 February 2010 Permalink | Reply
    Tags: inspirasi   

    apa itu Al-Qur’an ??? 

    Etimologi

    Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang-ulang”. Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur’an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:

    “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(75:1775:18)

    Terminologi

    Sebuah cover dari mushaf Al-Qur’an

    Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:

    “Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.

    Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:

    “Al-Qur’an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas

    Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.

    Jaminan Tentang Kemurnian Al-Quran dan Bukti-Buktinya

    Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri. Dan pada kenyataannya kita bisa melihat, satu-satu kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh beribu-ribu umat Islam.

    Nama-nama lain Al-Qur’an

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nama lain Al-Qur’an

    Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur’an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:

    • Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)
    • Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)
    • Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)
    • Al-Mau’idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)
    • Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)
    • Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)
    • Asy-Syifa’ (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)
    • Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)
    • At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)
    • Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)
    • Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)
    • Al-Bayan (penerang): QS(3:138)
    • Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)
    • Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)
    • An-Nur (cahaya): QS(4:174)
    • Al-Basha’ir (pedoman): QS(45:20)
    • Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)
    • Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51

    Struktur dan pembagian Al-Qur’an

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Surat dalam Al-Qur’an, Makkiyah, dan Madaniyah

    Surat, ayat dan ruku’

    Al-Qur’an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku’ yang membahas tema atau topik tertentu.

    Makkiyah dan Madaniyah

    Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah. Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah.

    Juz dan manzil

    Dalam skema pembagian lain, Al-Qur’an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur’an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur’an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.

    Menurut ukuran surat

    Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

    Sejarah Al-Qur’an hingga berbentuk mushaf

    Manuskrip dari Al-Andalus abad ke-12

    Penurunan Al-Qur’an

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Periode penurunan Al-Qur’an

    Al-Qur’an tidak turun sekaligus. Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.

    Penulisan Al-Qur’an dan perkembangannya

    Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur’an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.

    Pengumpulan Al-Qur’an di masa Rasullulah SAW

    Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur’an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an setelah wahyu diturunkan.

    Pengumpulan Al-Qur’an di masa Khulafaur Rasyidin

    Pada masa pemerintahan Abu Bakar

    Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur’an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur’an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur’an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.

    Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan

    Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur’an (qira’at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur’an.

    Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:

    Suwaid bin Ghaflah berkata, “Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur’an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, ‘Bagaimana pendapatmu tentang isu qira’at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira’atnya lebih baik dari qira’at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran’. Kami berkata, ‘Bagaimana pendapatmu?’ Ia menjawab, ‘Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.’ Kami berkata, ‘Pendapatmu sangat baik’.”

    Menurut Syaikh Manna’ Al-Qaththan dalam Mahabits fi ‘Ulum Al Qur’an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur’an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).

    Upaya penerjemahan dan penafsiran Al Qur’an

    Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur’an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab. Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur’an itu sendiri.

    Terjemahan

    Terjemahan Al-Qur’an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur’an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh. Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi; terkadang untuk arti hakiki, terkadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya.

    Terjemahan dalam bahasa Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:

    1. Al-Qur’an dan Terjemahannya, oleh Departemen Agama Republik Indonesia, ada dua edisi revisi, yaitu tahun 1989 dan 2002
    2. Terjemah Al-Qur’an, oleh Prof. Mahmud Yunus
    3. An-Nur, oleh Prof. T.M. Hasbi Ash-Siddieqy
    4. Al-Furqan, oleh A.Hassan guru PERSIS

    Terjemahan dalam bahasa Inggris

    1. The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary, oleh Abdullah Yusuf Ali
    2. The Meaning of the Holy Qur’an, oleh Marmaduke Pickthall
    Terjemahan dalam bahasa daerah Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:

    1. Qur’an Kejawen (bahasa Jawa), oleh Kemajuan Islam Jogyakarta
    2. Qur’an Suadawiah (bahasa Sunda)
    3. Qur’an bahasa Sunda oleh K.H. Qomaruddien
    4. Al-Ibriz (bahasa Jawa), oleh K. Bisyri Mustafa Rembang
    5. Al-Qur’an Suci Basa Jawi (bahasa Jawa), oleh Prof. K.H.R. Muhamad Adnan
    6. Al-Amin (bahasa Sunda)

    Tafsir

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tafsir al qur’an

    Upaya penafsiran Al-Qur’an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur’an terus berlanjut. Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat. Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.

    Adab Terhadap Al-Qur’an

    Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur’an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu. Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi’ah ayat 77 hingga 79.

    Terjemahannya antara lain:56-77. Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, 56-78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), 56-79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:7756:79)

    Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur’an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim. Mereka memercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur’an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci. Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.

    Hubungan dengan kitab-kitab lain

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan Al-Qur’an dengan kitab lain

    Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyataan Al-Qur’an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur’an dengan kitab-kitab tersebut:

    • Bahwa Al-Qur’an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)
    • Bahwa Al-Qur’an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)
    • Bahwa Al-Qur’an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)
    • Bahwa Al-Qur’an meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur’an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.

    sumber

     
    • fahrybany 00:47 on 15 February 2010 Permalink

      menurut gw, al-qur’a lah ilmu dari segala ilmu, melebih filsafat !!!!!

      filsafat akan terbentur, karena hanya mengacu pada logika !!!

  • bany uprealband 14:40 on 9 February 2010 Permalink | Reply
    Tags: inspirasi   

    tentang Penulis La Tahzan ??? 

    Dr Aidh Abdullah al-Qarni, Penulis Motivasi Islam Terkenal Di Dunia Masa Kini

    Dr Aidh Abdullah al-Qarni ialah seorang ulama Arab Saudi juga penulis motivasi Islam terkenal di dunia masa kini.

    Dr Aidh bin Abdullah al-Qarni dilahirkan pada tahun 1379H di perkampungan al-Qarn, sebelah selatan Arab Saudi. Beliau berasal dari keluarga Majdu’ al-Qarni. Memiliki ijazah kesarjanaan dari Fakulti Ushuluddin Universiti Islam Imam Muhammad ibn Su’ud tahun 1403-1404H dan sarjana dalam bidang Hadis Nabi tahun 1408H dengan tesis berjudul al-Bid’ah wa Atsaruha fi ad-Dirayah wa ar-Riwayah (Pengaruh Bid’ah terhadap ilmu Dirayah dan Riwayah Hadis).

    Gelaran doktornya diraih dari universiti yang sama pada tahun 1422H dengan judul tesis “Dirasah wa Tahqiq Kitab al-Mafhum ‘Ala Shahih Muslim li al-Qurthubi” (Analisis Kitab al-Mafhum ‘Ala Shahih Muslim karya al-Qurthubi). Beliau telah menghasilkan lebih dari lapan kaset rakaman yang memuat khutbah, kuliah, ceramah, sejumlah bait syair dan hasil seminar-seminar kesusasteraan.

    Dr Aidh Abdullah al-Qarni juga menghafal al-Quran (yang merupakan syarat mutlak sebagai mahasiswa di Arab Saudi, pada umumnya) dan juga hafal kitab hadis Bulughul Maram serta menguasai 5000 hadis dan lebih dari 10000 bait syair Arab lama hingga moden.

    La Tahzan, Karyanya Yang Paling Terlaris

    Dr Aidh Abdullah al-Qarni ialah penulis buku paling terlaris berjudul La Tahzan. La Tahzan yang 100 halaman pertamanya ditulis di dalam penjara itu meramu ayat-ayat Al-Quran, hadis dan kata-kata mutiara dari para ulama dan pemikir Barat. Bahasan dan bahasanya sangat sederhana, tapi justru itulah kelebihan La Tahzan.

    Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam 29 bahasa dunia. ”Di Arab Saudi, buku itu sudah dicetak kurang lebih 1,5 juta eksemplar,” kata Dr Aidh. Di Indonesia dan Malaysia, buku ini juga sempat menjadi buku terlaris. Kelebihan buku beliau terlihat pada bahasan-bahasannya yang fokus, penuh hikmah, dan selalu memberi jeda untuk merenung sebelum berlanjut pada bahasan berikut. Pada bahagian penutup, hadir pula kata-kata bijak yang menjadi intisari tulisan-tulisan sebelumnya.

    Dalam bukunya pula, Dr Aidh mengajak pembaca agar tidak menyesali kehidupan, tidak menentang takdir, atau menolak dalil-dalil dalam al-Quran dan sunnah.

    Dari 80 buku yang telah beliau tulis, hak cipta empat di antaranya (La Tahzan, Al-Azhamah, Hada’id Dzat Bahjah dan Fih ad-Dalili) telah beliau jual kepada dua orang agen buku di Arab Saudi. Akibatnya, walaupun jutaan buku terjual, Dr Aidh sama sekali tidak mendapatkan apa-apa. Barangkali inilah kekeliruan terbesar dalam hidupnya, yang tidak benar-benar beliau akui.

    Selain La Tahzan karya-karya beliau yang lain antaranya 30 Tips Hidup Bahagia, Berbahagialah: Tips Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat, Menjadi Wanita Paling Bahagia, “Muhammad Ka annaka Tara”, Bagaimana Mengakhiri Hari-Harimu dan lain-lain lagi.

    Syair-syairnya

    Kutanamkan di dalamnya mutiara,
    hingga tiba saatnya ia dapat menyinari tanpa mentari
    dan berjalan di malam hari tanpa rembulan.
    Karena kedua matanya ibarat sihir dan keningnya laksana pedang buatan India
    Milik Allahlah setiap bulu mata, leher dan kulit yang indah mempesona.

    Sebuah lagi bait syairnya:

    Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,
    Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah
    Engkau tetap yang Maha Agung, sedang semua makna,
    akan lebur, mencair, ditengah keagunganMu, wahai Rabbku.


    Temuramah-temuramah Dengannya

    Berikut temubual antara Dr Aidh Abdullah al-Qarni dengan wartawan Indonesia, Luqman Hakim Arifin semasa Dr Aidh berada di Bogor, Jawa Barat, Indonesia pada 5 Mac 2007.

    Peristiwa apa yang mendorong anda menulis La Tahzan?

    Dipenjara selama 10 bulan, sekitar 10 tahun lalu, itulah salah satu peristiwa yang mendorong saya menulis La Tahzan. Saya ditahan karena menerbitkan beberapa bait syair berkaitan dengan politik. Nah, selama di penjara, saya banyak membaca buku mengenai musibah dan masalah manusia, pembunuhan serta hubungan bapa dengan ibu atau anak dengan orang tua. Ini mendorong saya untuk memberikan solusi kepada mereka.

    Sesedih apa anda di penjara sehingga menghasilkan La Tahzan?

    Sebenarnya kesedihan bukan masalah bagi saya. Tidak banyak kesusahan selama saya di penjara. Sebab waktu itu saya ditempatkan dalam tempat khusus dan diperlakukan dengan hormat (Aidh ditahan bersama beberapa ulama Saudi yang vokal terhadap pemerintah).

    Gaya penulisan La Tahzan sangat khas. Dari mana Anda mendapatkan inspirasi itu?

    Saya sulit mengatakan dari mana. Saya memiliki perpustakaan pribadi yang jumlah bukunya mencapai 10.000 judul. Untuk menulis La Tahzan, saya gunakan lebih kurang 300 buku dari berbagai bahasa sebagai rujukan. Mulanya saya menulis bab per bab. Tapi, saya pikir, orang akan bosan dengan cara penulisan seperti itu. Maka, saya buat berlika-liku seperti sebuah taman, sehingga pembaca seperti berjalan di tempat yang indah.

    Apakah ini gaya penulisan baru dalam khazanah perbukuan Arab?

    Ya, ini metode yang baru dipakai dalam buku-buku Arab. Saya belum pernah melihat sebelumnya. Tapi ini sebenarnya metode dari Barat.

    Siapa penulis Barat yang memberi inspirasi pada anda?

    Dale Carnegie! Ia menulis buku tentang motivasi. Judulnya How to Stop Worrying and Start Living, yang dicetak hingga 8 juta eksemplar.

    Berapa lama anda menyelesaikan La Tahzan?

    Saya susun selama tiga tahun dan mengeditnya tiga kali setiap menulis satu bagian buku.

    Apakah anda menduga buku ini akan laris?

    Saya tidak menduga sama sekali. Ini pelajaran penting bagi banyak orang, baik penulis maupun penceramah, sepandai apa pun ia berpidato dan mengungkapkan kata-kata indah, ia harus memohon kepada Allah (yahtasib billah). Setiap kali umrah di Mekkah, saya selalu berdoa kepada Allah agar diberi kemampuan menulis sebaik-baiknya.

    Berapa banyak keuntungan finansial yang Anda dapatkan dari buku yang sudah dicetak jutaan eksemplar ini?

    Waktu buku itu pertama kali terbit, saya hanya mendapat sedikit, 10% dari buku itu. Sebab waktu itu buku saya banyak yang dicekal. Saya serahkan hak ciptanya kepada teman-teman pengusaha. Alhamdulillah, berkat keikhlasan itulah buku saya tambah laris.

    Berarti Anda tidak mendapatkan apa-apa dari penjualan sekarang ini?

    Ya, saya tidak menerima apa-apa. Banyak ulama menyarankan agar saya memperbarui kontrak buku itu. Ada semacam pelanggaran hak-hak saya. Tapi saya belum melakukan apa-apa. Saya serahkan semua kepada Allah.

    Anda menyesal telah menjual hak cipta buku laris itu?

    Tidak, saya bahagia. Saya orang yang kaya! Dan itu berkat doa umat Islam. Itu lebih berharga daripada harta. Selain membuat saya terkenal, yang terpenting, La Tahzan telah memberi banyak manfaat pada umat manusia.

    Apakah hak cipta buku-buku lainnya Anda jual juga?

    Hanya tiga-empat judul buku yang hak ciptanya saya jual. Di luar itu, hak saya.

    Di Indonesia, banyak buku dicetak tanpa izin anda

    Semoga Allah mengampuni mereka. Secara peribadi, saya sangat bersyukur buku saya menyebar di mana-mana, orang memanfaatkannya dan mendoakan saya. Doa lebih berharga daripada harta. Apa manfaatnya harta dan kedudukan? Di mana Soekarno dan Soeharto sekarang? Semua hanya milik Allah (Aidh tertawa).

    Anda dikabarkan hendak mundur dari dunia dakwah kerana tuduhan bahawa anda khawarij, ulama penguasa, plin-plan dan oportunis

    Kisah mundur dari dakwah itu tidak benar. Ceritanya, waktu itu saya menulis syair yang isinya mengatakan bahwa saya akan beristirahat beberapa bulan guna mengatur dokumen-dokumen di rumah saya. Tapi orang menafsirkan saya mundur dari dakwah. Padahal, dakwah itu tidak boleh berhenti sampai kita mati.

    Jenis ulama seperti apakah anda, progresif, radikal, fundamental, atau moderat?

    Saya ingatkan terlebih dahulu sebuah ayat Al-Quran, Falaa tuzakku anfusakum (Jangan menilai atau memuji diri sendiri). Saya memandang diri saya, tanpa berniat memuji, sebagai orang yang moderat. Tidak kiri, tidak kanan; tidak keras, tidak lemah. Saya ini orang moderat yang bisa mengerti semua pihak.

    Apa pendapat anda soal kebebasan berekspresi?

    Islamlah yang mengajak orang untuk memiliki kebebasan berekspresi. Tapi ada dua syarat dalam hal ini. Jangan sampai menghina suatu agama dan, kedua, jangan sampai merusak dan memfitnah orang lain.

    Apakah pembuatan dan pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW di koran Denmark itu satu bentuk kebebasan berekspresi?

    Baik ulama Islam maupun orang Barat sekalipun menganggap itu bukan bentuk kebebasan berekspresi, melainkan suatu penghinaan. Buktinya, mereka tidak mau terima ketika ada penolakan soal Holocaust.

    Ataukah kasus karikatur itu bisa dilihat sebagai bentuk perbenturan peradaban?

    Tidak. Ini bukan perbenturan peradaban. Itu tindakan bodoh saja. Saya banyak bertemu dengan orang Amerika, Barat. Mereka sangat hati-hati dan memperhitungkan umat Islam.

    Islam selalu dikaitkan dengan isu terorisme. Apa catatan anda untuk hal ini?

    Ini terjadi karena kebodohan segelintir orang Islam yang melakukan pengeboman di Gedung WTC, Amerika. Akibatnya, banyak umat Islam yang menjadi korban karena pengeboman itu. Banyak orang kafir yang menilai itu sebagai bagian dari ajaran Islam. Padahal, Islam tidak mengajarkan seperti itu! Ulama harus bangkit dan menerangkan Islam sebagai barang yang utuh dan melakukan dialog dengan Barat dan dunia di luar Islam, sehingga mereka bisa memahami Islam dengan yang sebenar-benarnya.

    Jika ada orang yang sudah membaca buku Anda tapi tetap saja sedih karena persoalan hidupnya, apa saran anda?

    Anda harus ingat, satu-satunya buku yang bisa memberikan solusi bagi umat manusia adalah Kitab Suci Al-Quran.

    Temuramah Kedua

    Berikut pula temubual Dr Aidh dengan wartawan Indonesia, Damanhuri Zuhri dan Burhanuddin Bella. di Pesta Buku Islam, Indonesia pada awal tahun 2006. Dengan diperkaya keterangan dari sejumlah sumber, Dr Aidh pun bertutur tentang buku, kegiatan dakwah dan kehidupan peribadinya.

    Mengapa anda memberi judul La Tahzan (Jangan bersedih). Apa sesungguhnya yang mendorong anda memberi judul seperti itu?

    Pertama, ini alasan dari Alquran. Seperti yang difirman Allah SWT: La tahzan wa laa takhof (Janganlah bersedih dan janganlah takut). Ayat ini disampaikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ketika bersama-sama sahabatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq memasuki Gua Tsur sebelum melakukan hijrah ke kota Yatsrib, Madinah al Munawwarah. Kedua, sesungguhnya kesedihan itu adalah penyakit alam seluruhnya. Muslim atau bukan Muslim, orang pasti mengalami kesedihan. Sedih karena sakit, sedih karena meninggal, sedih karena kesulitan hidup dan berbagai masalah. Jadi, karena alasan itulah makanya buku ini saya beri judul La Tahzan.

    Anda dikenal sebagai seseorang yang banyak menulis dan membaca buku. Sebenarnya, apa pedoman-pedoman atau petunjuk-petunjuk praktis supaya lebih mudah dalam mendapatkan ilmu?

    Kaedah pertama seseorang yang menuntut ilmu bagi kaum Muslimin untuk mendapatkan ilmu adalah ikhlasun niat lillahi ta’ala. Karena dengan niat yang ikhlas, Allah akan membuka hati seorang Muslim. Kedua, kita mempelajari ilmu secara bertahap, berjenjang, tabarruj. Jangan kita langsung kepada masalah-masalah besar nanti kita tidak bisa menguasai. Ketiga, hendaklah kita membaca. Tapi, membaca saja tidak cukup kita ambil ilmunya dari para masyarih (yang menguasai masalah). Orang-orang berilmu yang mengerti masalah, sehingga ilmu kita kalau dari buku saja bisa saja pemahaman kita salah. Tapi, ketika kita membahasnya dengan orang-orang yang mengerti, insya Allah, pemahaman kita akan lebih mantap dan ilmu kita akan lebih lurus.

    Keempat, ketika kita sudah mengetahui satu masalah tentang ilmu kita, amalkan. Jangan hanya dijadikan teori hingga akhirnya ilmu kita tidak berkah. Sebagaimana orang Yahudi dalam Alquran waktu mereka membatalkan janji-janji kepada nenek moyang mereka itu yang membuat hati mereka sesat dan menjadi batu. Ini i’tibar bagi kita sekalian. Kelima, kalau kita sudah punya ilmu dan paham benar maka ajarkan kepada orang lain. Jangan disimpan untuk diri sendiri. Berikan ilmu kita kepada orang lain sehingga banyak manfaatnya untuk masyarakat menjadi amal saleh bagi kita.

    Aktiviti Al Qarni boleh dibilang tidak jauh dari kegiatan membaca dan menulis. Bahkan, ketika masih mendekam dalam penjara, dua aktiviti inilah yang membuatnya sibuk. Menimba ilmu adalah hal utama bagi beliau yang mendalami ilmu syariah dan dakwah.

    Selama 25 tahun, beliau mengharungi dunia dakwah. Kaset-kaset ceramahnya telah beredar dan berkumandang di sejumlah masjid, yayasan, universiti dan sekolah di berbagai belahan dunia. Kitab-kitab karyanya yang berjumlah lebih dari 70 buah itu telah pula diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Maka, ketika terbetik khabar beliau akan mengundurkan diri dari dunia dakwah, banyak orang yang terkejut dan bertanya-tanya, ”Apakah ini keputusan terakhir sang tokoh?”

    Ada informasi bahawa anda akan mengundurkan dari kegiatan dakwah. Apa benar?

    Saya memang pernah menulis 70 bait dalam bahasa Arab. Dalam salah satu bait tersebut ada yang sempat disalahpahami oleh media massa bahwa saya akan berhenti dalam berdakwah. Media massa di Arab Saudi menafsirkan sendiri yang kemudian dikutip oleh berbagai media massa di beberapa negara bahwa saya akan berhenti dalam berdakwah. Padahal sebenarnya tidak begitu. Dakwah itu kewajiban syar’i seorang Muslim sejak dia mampu sampai meninggal. Ini seperti firman Allah SWT: Hatta ya’tiyakal yaqinu (Sampai maut menjemputmu, red). Jadi, saya tidak akan meninggalkan dakwah. Dakwah akan saya laksanakan seumur hidup saya sampai saya meninggal.

    Berkembangnya berita rencana pengunduran anda dari dunia dakwah dipicu adanya tudingan bahwa masjid yang selama ini digunakan sebagai sarana dakwah dianggap sebagai tempat sarang teroris. Bagaimana menurut anda?

    Saya pribadi tidak pernah mengungkapkan masalah ini. Saya pikir ini adalah semacam fitnah dari orientalis, dari orang-orang yang tak suka dakwah berkembang pesat. Mereka berusaha untuk memecah belah umat Islam. Selama ini, alhamdulillah, masjid-masjid kita sebagai markas dakwah, markas orang-orang untuk menuntut ilmu, tempat melaksanakan ibadah, tempat melaksanakan ajaran Islam dengan baik kondisinya sangat bagus. Jadi, kita harus mewaspadai tipu daya dan fitnah yang dilakukan orang-orang yang tidak suka terhadap Islam, yang ingin terus berupaya memecah belah umat Islam.

    Dunia dakwah sudah menjadi bahagian dari hidup anda. Sebenarnya, apa saja bekal yang harus dipersiapkan demi dakwah?

    Seperti mobil yang tidak bisa berjalan kalau tidak ada bahan bakarnya, maka dai perlu bahan bakar supaya dia bisa bergerak di dalam dakwah. Apa bahan bakar kita? Yaitu, tegakkanlah shalat, banyak bersedekah, banyak berdoa, banyak membaca Alquran, banyak zikrullah. Shalat, sedekah, doa, baca Alquran, zikrullah adalah bekal seorang dai. Bagaimana dia bisa berjalan kalau tidak menjalankan ini. Apakah kamu mengajak orang kepada al birri wat taqwa tapi engkau melupakan dirimu sendiri?

    Apa pandangan anda terhadap penghinaan Rasulullah SAW yang dilakukan media Barat, sehingga menimbulkan reaksi demonstasi di berbagai belahan dunia Muslim?

    Demonstrasi untuk membela hak-hak kaum Muslimin dan penghormatan terhadap simbol-simbol Islam seperti yang kita lihat dilakukan Denmark kepada Rasulullah s.a.w. ketika dilakukan dengan baik adalah sesuatu yang patut disyukuri. Saya bersyukur kepada dunia Islam atas sikap mereka yang baik untuk membela Islam. Tapi, saya menyayangkan kalau demonstrasi bersifat anarkis, merusak, membakar, dan menghancurkan. Islam tidak mengajarkan begitu. Dan saya melihat Anda sekalian saudara-saudaraku di Indonesia berdemonstrasi dengan baik dan sangat tertib seperti yang saya lihat di televisi dan insya Allah itu menjadi demonstrasi yang dapat dicontoh dengan baik oleh masyarakat dunia Islam. Saya sebagai dai dan seorang Muslim bersyukur atas aktivitas yang baik yang dilaksanakan itu.

    Selama berada di Indonesia, Al Qarni sempat beristirahat selama dua hari di kawasan Puncak, Jawa Barat. ”Dia sangat kagum dengan air terjun dan pepohonan. Biasanya, setelah menyaksikan air terjun dan pohon-pohon, dia merenung. Kalau sudah begitu, dia tidak mau diganggu,” tutur Anis Mas Tuhin, chief editor Qisthi Press, yang selalu menemani Aidh Al Qarni. Qisthi Press adalah pemilik hak cipta untuk menerbitkan buku La Tahzan versi bahasa Indonesia.

    Saat berada di Puncak, kata Anis, Al Qarni tampak mengagumi pemandangan yang dipenuhi banyak gunung. Dia biasanya menatap pemandangan sambil menulis catatan. Kerap makan nasi kebuli, tidak jarang Anis melihat Al Qarni hanya memesan roti. ”Dia paling senang buah-buah Indonesia, seperti pisang,” tuturnya. Anis menangkap kesan, Aidh Al Qarni adalah seorang moderat dan terbuka. Al Qarni, disebutnya, sangat responsif terhadap orang-orang yang menemuinya. ”Orangnya ramah,” Anis menuturkan. Terhadap bencana beruntun yang menimpa bangsa Indonesia, Al Qarni, kata Anis, berpesan kepada umat Islam Indonesia,”Jangan bersedih. Insya Allah ada jalan keluar.”

    Bagaimana latar belakang keluarga anda?

    Orang tua saya seorang tokoh masyarakat di daerah saya. Saya berasal dari keluarga ulama. Sejak kecil ayah sudah membawa saya ke masjid untuk shalat berjamaah. Saya juga sudah terbiasa dengan bacaan sejak kecil. Tampaknya saya dididik menjadi pejuang dakwah. Ayah selalu membelikan buku bacaan untuk saya.

    Ada berapa anggota keluarga anda?

    Anak saya enam, dari dua istri. Saat bersama keluarga, biasanya saya isi dengan bermain bola bersama anak-anak. Saya selalu menyediakan waktu khusus untuk keluarga.

    Bagaimana anda mendidik anak-anak, apakah mereka diarahkan seperti anda menjadi penulis?

    Saya tidak mengarahkan anak-anak saya seperti diri saya. Saya serahkan anak-anak menentukan masa depan mereka sendiri. Terserah mau jadi apa nantinya. Itu tergantung mereka sendiri. Yang saya selalu tekankan adalah pendidikan agama, terutama menyangkut akhlak dan moral.

    Biasanya, nama Aidh itu dipakai oleh orang-orang Yaman atau khadhari. Apakah ada termasuk keturunan Yaman?

    Datuk-datuk saya dari Al-Anshari di Yaman. Jadi, saya keturunan Yaman. Ini untuk perkenalan saja. Kalau khadhari, mereka mempunyai jasa yang besar, mereka kebanyakan pedagang-pedagang yang sukses dalam usaha mereka baik di bidang dakwah. Mereka menjadi dai, ahli ilmu yang sangat banyak jasanya bagi Islam khususnya di Indonesia.

    Bagaimana anda mengisi waktu luang?

    Tiap sore saya selalu menyiapkan waktu untuk keluarga selama 2-3 jam. Tiap Jumat saya libur total, kecuali kegiatan dakwah. Di luar itu, pagi saya membaca di perpustakaan. Usai solat Zuhur saya menulis, 4-5 halaman. Habis Maghrib biasanya saya berdakwah. Saya mengisi acara dakwah di televisyen (Arab Saudi). Kegiatan dakwah ini biasa juga dimulai selesai Ashar hingga Isyak. Saya mengisi acara dialog interaktif di televisyen.

    sumber

     
  • bany uprealband 11:22 on 9 February 2010 Permalink | Reply
    Tags: inspirasi   

    Belajar Dari Kupu2 

    ”suatu hari, pada saat sebuah lubang kecil timbul di suatu kepompong seorang pria duduk dan memperhatikan bagaimana seekor bayi kupu kupu selama ber jam jam berjuang untuk memaksa mengeluarkan badannya melalui lubang tsb.

    Pelajaran dari seekor Kupu-Kupu

    Akan tetapi kemudian,proses tersebut berhenti tanpa ada kemajuan lebih lanjut. Tampaknya sudah sekuat tenaga dan bayi kupu kupu tidak bisa bergerak lebih jauh lagi.

    Sehingga Akhirnya sang lelaki tersebut memutuskan untuk menolong kupu-kupu itu……diambilnya sebuah gunting untuk membuka kepompong tersebut Dan….Kupu-kupu tersebut akhirnya keluar dengan mudah. walau dengan tubuh yang lemah, kecil dan sayap yang mengkerut.

    Sang lelaki terus mengamatinya dengan berharap bahwa, suatu saat, sayapnya akan terbuka, membesar dan berkembang, agar bisa menyangga tubuhnya dan menjadi kuat.

    Ternyata tidak terjadi apa – apa ……………… ………………….! dan kupu-kupu tersebut menghabiskan sisa waktu hidupnya dengan merangkak beserta tubuhnya yang lemah dan sayap yang mengkerut tidak pernah bisa terbang.

    Lelaki baik dan penolong ini tidak mengerti bahwa kepompong yang menjerat maupun perjuangan yang dibutuhkan oleh kupukupu untuk dapat lolos melewati lubang kecil, adalah cara ALLAH untuk mendorong cairan tubuh dari kupu-kupu kesayapnya ,agar kuat dan siap untuk terbang sewaktu waktu setelah bebas dari kepompongnya nanti.

    Perjuangan mutlak dibutuhkan dalam menjalani hidup kita ini. Apabila ALLAH membolehkan kita hidup tanpa hambatan ,itu hanya akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat ini. Tidak pernah bisa se Sukses ini

    Saya memohon diberi Kekuatan… Dan ALLAH memberikan Kesulitan agar membuat saya Kuat. Saya memohon agar menjadi Bijaksana… Dan ALLAH memberi saya Masalah untuk diselesaikan. Saya memohon Kekayaan… Dan ALLAH memberi saya Bakat,Waktu, Kesehatan dan Peluang .

    Saya memohon Keberanian….. Dan ALLAH memberikan hambatan untuk dilewati. Saya memohon Rasa Cinta… Dan ALLAH memberikan orang orang bermasalah untuk dibantu.

    Saya memohon Kelebihan… Dan ALLAH memberi saya jalan utk menemukannya.

    “Saya tidak menerima apapun yang saya minta.. …….Akan tetapi saya menerima semua yang saya butuhkan ”

    HIDUPLAH DENGAN KEBERANIAN, HADAPI SEMUA HAMBATAN DAN TUNJUKKAN BAHWA KAU MAMPU MENGATASINYA. USAHAKANLAH SEKUAT TENAGA UNTUK “MENEMUKAN” BAKATMU, LUANGKAN WAKTU BELAJAR UNTUK MENAMBAH PENGETAHUAN DAN KETERAMPILANMU, JAGA KESEHATANMU,GUNAKAN WAKTUMU HANYA UNTUK KEGIATAN YANG BERKAITAN DENGAN MISIMU,BANYAK BANYAK LAH BERDOA AGAR DITUNJUKKAN JALAN YANG BENAR DALAM MENEMUKAN PELUANG, PERLUAS JARINGANMU DAN JANGAN BOSAN BOSANNYA BERUSAHA.

    sumber : Distributed or Shared by: http://benbego.com & http://benshared.com Join to our mailing list benbego@yahoogroups.com to receives any information like ebook or anything with the same interest for free.

     
  • bany uprealband 17:46 on 4 February 2010 Permalink | Reply
    Tags: inspirasi   

    Rahasia Keunggulan Para Tokoh Besar ??? 

    If I have been able to see further, it was only because I stood, on the shoulders of Giants.”
    Isaac Newton

    Semua tokoh–tokoh terbesar dunia adalah para penyerap ilmu pengetahuan besar. Mereka mendapatkan pengetahuan besarnya, terutama dari membaca. Mereka adalah kutu buku kelas berat.

    Harun al-Rasyid

    (dari Masa Keemasan Peradaban Islam, Zaman 1001 Malam) adalah penggemar karya-karya Plato dan Aristoteles.

    Napoleon

    adalah pembaca kelas berat. Dia membaca tentang Alexander the Great, Julius Caesar (juga “Perang Galia”), Plutarch, Homer, Plato, Rousseau, berbagai buku tentang kemiliteran, sejarah, pemerintahan, geografi, bahkan membaca Al-Qur’an semasa ekspedisinya ke Mesir.

    Isaac Newton

    sejak muda membaca karya para tokoh–tokoh besar masa lalu, “The Giants“, Euclid, Kopernicus, Galileo, Descartes dan banyak lainnya.

    Hitler

    adalah pembaca buku–buku militer, buku sejarah kebesaran Jerman, Bismarck, filosofi Nietzsche, dan banyak lainnya. Saat menganggur dipakainya untuk menghabisi buku–buku di perpustakaan di Wina, Austria.

    Einstein

    suka bolos sekolah untuk bisa membaca lebih banyak.

    John F. Kennedy

    tidak hanya pembaca buku. Ia menulis buku “Profiles in Courage” yang meraih penghargaan tertinggi Pulitzer tahun 1957.

    Bill Gates

    (pendiri Microsoft, orang terkaya di dunia) menghabisi seluruh buku komputer di perpustakaan sekolahnya hanya dalam waktu beberapa minggu.

    Alexander The Great

    kemanapun pergi selalu membawa buku cerita kepahlawanan pahlawan besar Achilles berjudul “Iliad ” karangan Homer.

    Mukjizat terakhir yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. adalah sebuah buku.

    Bagaimana Dengan Tokoh-tokoh Besar Indonesia?

    Sukarno

    sejak remaja (di hbs/SMU) sudah senang membaca buku-buku filsafat Voltaire dan Rousseau, tokoh-tokoh Marx, Karl Kautsky, dan Lenin, juga para bapak bangsa Amerika, Washington, Jefferson, dan Lincoln. Ada juga Ernest Renan dan H.G Wells. Sukarno juga belajar berpidato selain dari Tjokroaminoto juga dari membaca buku seperti dari Adler dan Jean Léon Jaurès (1859-1914), pemimpin sosialis Prancis. (Siapakah tokoh-tokoh yang begitu dikagumi Sukarno ini? lihat Wikipedia.org)
    (“selama masa hbs ia (Sukarno) bagaikan busa yang mengisap semua informasi intelektual yang bisa ia peroleh. ‘Buku menjadi teman saya,’ ceritanya.” Kutipan dari Soekarno, Biografi 1901-1950, Lambert Giebels).

    Mohammad Hatta

    memiliki perpustakaan besar, sangat besar. Jumlah bukunya? 30.000 buah. Ia sudah sangat gemar membaca sejak kecil. Semua Bapak bangsa Indonesia sejak sekolah menengah (Hbs) menguasai 4 bahasa sekaligus, Belanda, Prancis, Inggris, Jerman. Ini berarti mereka juga mempunyai kemampuan menyerap pengetahuan, dari 4 bahasa dunia sekaligus. Keunggulan mereka, daya belajar mereka, pengetahuan mereka yang unggul.. (cukup jelas kan kenapa mereka dulu bisa mengalahkan Belanda?)

    Jika para tokoh bangsa Indonesia itu menyerap semua pengetahuan dunia seperti itu, bagaimana mungkin mereka tidak menjadi sejajar dengan para tokoh besar dunia?
    Jika nanti Ratusan Juta Manusia Indonesia menyerap pengetahuan dari semua manusia-manusia terbesar dunia, bukankah ratusan juta manusia itu juga akan menjadi manusia-manusia yang unggul di dunia?
    (Ratusan juta manusia yang akan menyerap semuanya, dari Nabi Muhammad, Napoleon, sampai Kennedy. Dari Leonardo da Vinci, Newton, sampai Einstein. Dari Adam Smith, Rockefeller, sampai Bill Gates. Buku. Membaca). Dan pastikan anak anda senang membaca, dia mungkin juga akan jadi orang besar.

    sumber

     
    • fahrybany 01:02 on 15 February 2010 Permalink

      mau pinter tp males baca !!! ya repot !!!

      tapi banyak membaca tanpa praktek, ya repot !!!

      membaca bukan jg berarti hanya membaca, membaca jg berarti luas, mengamati, baca situasi, jg peka, membaca alam sekitar ……….

      tiap produk pasti ada user guide, nah manusia jg punya user guide … udah dibaca blom???

      dan apa ayat pertama dari user guide itu??? iqro, iqro, iqro !! bacalah, bacalah, bacalah !!!

      so msh males baca !!! pdhl baca itu adalah fitrah !!!!

  • bany uprealband 09:03 on 4 February 2010 Permalink | Reply
    Tags: inspirasi   

    Keajaiban Imajinasi Orang-Orang Besar ??? 

    Apa perbedaan antara orang-orang cerdas, dengan orang-orang genius yang pikirannya mampu merubah dunia? Orang-orang seperti Einstein, Napoleon, Mozart, atau Sukarno.
    Orang-orang genius mempunyai impian-impian besar, sebesar seluruh dunia. Mereka belajar dari orang-orang hebat, yang terhebat dalam sejarah, dan menyerap seluruh pengetahuan-pengetahuan besar mereka. Pengetahuan yang besar itu membuat mereka senang bermimpi. Senang bermimpi besar. Berani bermimpi besar. Hal-hal yang tidak terbayangkan oleh manusia-manusia lainnya.

    Dan impian-impian besar mereka yang ajaib datang dari sebuah kekuatan besar, sesuatu yang hanya dimiliki manusia-manusia terunggul di dunia (or mad men..). Sesuatu yang dinamakan, Imajinasi..

    “Imagination is more important than knowledge.
    For knowledge is limited, whereas imagination embraces the entire world, stimulating progress, giving birth to evolution”. (1879-1955)

    Terjemahan : Imajinasi lebih penting dari Pengetahuan. Karena pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi merangkul seluruh dunia, mendorong perubahan, dan melahirkan kemajuan manusia. (Sekarang anda sudah tahu kenapa Einstein jadi genius).

    NAPOLEON
    Salahsatu jenderal terbesar sepanjang sejarah, penguasa Perancis di umur 30 tahun.

    “Imagination rules the world”

    SUKARNO
    Ceramah di Semarang, 29 Juli 1956. Salahsatu pidato terbaik Sukarno tentang bagaimana menciptakan bangsa besar.
    “(Bangsa) Jang tidak mempunjai “imagination”, tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar! Tidak mempunjai keberanian – Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai “imagination”, mempunjai fantasi fantasi besar: mempunjai keberanian ; mempunjai kesediaan menghadapi risiko ; mempunjai dinamika.
    George Washington Monument misalnja, tugu nasional Washington di Washington, Saudara-saudara : Masja Allah !!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudara-saudara. Tingginja! Besarnja! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai “imagination” itu, Saudara-saudara. Bangsa jang tidak mempunjai “imagination” tidak bisa membikin Washington Monument.

    “Pennj-wise ” tidak ada, Saudara-saudara. Mereka mengerti bahwa kita – atau mereka – djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai “imagination”,: “imagination” hebat, Saudara-saudara!”.

    EINSTEIN

    “The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.”
    “Logic will get you from A to B. Imagination, will take you everywhere”.

    ROBERT FULGHUM

    Penulis Bestseller/Filsuf.

    “I believe that imagination is stronger than knowledge — myth is more potent than history — dreams are more powerful than facts — hope always triumphs over experience — laughter is the cure for grief — love is stronger than death”.

    WOLFGANG AMADEUS MOZART


    Salahsatu komponis klasik terbesar sepanjang masa. Albert Einstein menganggap Mozart adalah yang terhebat, lebih hebat dari Beethoven.

    “Neither a lofty degree of intelligence nor imagination nor both together go to the making of genius. Love, love, love, that is the soul of genius.”

    sumber

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
%d bloggers like this: